Tampilkan postingan dengan label fanfiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfiction. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Februari 2016

[Fanfiction] ~ Amnesia Chapter 3


Title : Amnesia ~ Chapter 3
Cast : - Oh Sehun
- Kim Da Eun
- Kim Dae Han
- All member EXO
- Luhan
Author : sesehuhun

Setelah otak mentok akhirnya bisa ngelanjutin juga. ^^ ~

====================================================

Amnesia - Chapter 3

~ Sehun Hilang ~

   @Mercure Hotel

   Ini sudah pagi, tampak semua member masih mencemaskan keberadaan magnae EXO. Diantara semuanya, Suho lah yang paling merasa bersalah karena dia telah membiarkan Sehun keluar seorang diri.

"Harusnya aku tidak mengizinkannya pergi sendiri. Ini salahku, aku memang leader payah!!!" Suho sangat menyayangi Sehun, sehingga ia pun menyalahkan dirinya sendiri atas hilangnya Sehun.

"Tenanglah hyung, ini bukan salahmu. Itu salahnya yang keluar tanpa pamitan pada kita" Lay berusaha menenangkan sang leader.

"Nomornya tidak aktif. Aku yakin handphonenya mati" ucap D.O

D.O sudah berkali-kali menghubungi Sehun, namun tetap saja tidak ada hasil. Tidak hanya Suho yang frustasi berat, D.O pun merasakannya. D.O langsung melemparkan handphonenya ke sofa.

"Jika handphone nya mati, kenapa dia tidak menguburnya saja?"

"Ini bukan saatnya untuk bercanda Park Chanyeol!!" Baekhyun merasa jengkel karena Chanyeol bercanda di saat yang tidak tepat.

"Kalau begini apa yang akan kita katakan pada para fans? Apa kita akan bilang jika Sehun hilang di Beijing?" Tanya Xiumin

"Kita rahasiakan ini, mau tidak mau kita tampil tanpa Sehun." sahut Suho. Dia sudah memikirkan ini matang-matang dan memilih untuk merahasiakan kehilangannya Sehun. Yah setidaknya untuk sementara waktu."

"Hmm baiklah." Semua member setuju untuk merahasiakan ini untuk sementara waktu. Dan untuk urusan hilangnya Sehun, mereka lebih mempercayakannya pada polisi.

                         ****

"Makanmu banyak ya"

Da Eun tidak henti-hentinya menatap takjub Sehun, walaupun lupa ingatan tapi setidaknya dia tidak lupa caranya menghabiskan makanan. Sementara itu Daehan merasa senang jika Sehun menyukai masakannya.

"Bagaimana? apa makanannya enak?" tanya Daehan

"Ini enak sekali"

Sehun merasa kekenyangan, perutnya tidak bisa lagi menampung makanan padahal dia masih ingin mencicipi makanan china buatan Daehan.

"Hey tuan pelupa, apa kau mau mandi? atau mau aku mandikan?" tiba-tiba saja Da Eun menanyakan hal bodoh pada Sehun. Bahkan dia tidak sadar mengapa ia bisa menawarkan akan memandikan pria itu.

"Da Eun~ya !! kenapa pertanyaan mu bodoh sekali. Mana ada seorang gadis yang begitu saja mau memandikan pria yang bukan suaminya."

"Maaf kak. Aku pikir dia tidak mengingat caranya mandi"

"Iya aku mau." Sahut Sehun di sela-sela perselisihan kedua kakak beradik itu. Da Eun dan Daehan langsung menoleh ke arah Sehun, mereka begitu shock.

"Tapi aku mau mandi sendiri" lanjutnya.

"Uh syukurlah" Kali ini Daehan bisa bernapas lega karena Sehun tidak menerima tawaran di mandikan oleh adiknya.

                              ****

     Selesai mandi, Sehun dipinjaman baju milik Daehan karena baju yang dipakainya kemarin kotor. Daehan pun menyuruh adiknya untuk mengajak Sehun berkeliling "siapa tahu Sehun akan mengingat sesuatu." pikirnya

"Ayo tuan pelupa, aku akan mengajakmu berkeliling" ucap Da Eun bersemangat.

"Tu..tunggu!! aku rasa dia harus pakai masker  dan pakaian serba hitam tertutup"

Daehan baru ingat, walaupun Sehun tidak mengingat apapun tapi jika dia pergi keluar akan banyak orang yang mengenalinya. Jadi Daehan berusaha menyembunyikan identitas Sehun.

"Kenapa? apa kakak mau dia disebut teroris oleh orang-orang?"

"Ada apa ini?" tanya Sehun yang heran melihat kakak beradik ini.

"Lihat dia lebih tampan dengan pakaian santai seperti ini. Kau menyukai ini kan tuan pelupa?"

Daeun menunjukkan jika Sehun lebih cocok dengan pakaian seperti ini. Dan Sehun juga menyukai baju lengan panjang merahnya. Akhirnya Daehan memilih untuk mengalah dari pada berdebat dengan adiknya.

                                 ****
      
           Daeun hanya mengajak Sehun berkeliling di sekitaran kedai kakaknya berdiri. Melewati jalanan kota dimana banyak orang yang berlalu lalang di sana. Namun setiap kali Da Eun lewat bersama Sehun banyak orang yang menatapnya, hal ini tentu membuatnya tidak nyaman.

"Kenapa semua orang menatap kita seperti itu?"

"Eu..benarkah?" Sehun mulai sadar setelah Da Eun memberitahunya, memang benar banyak orang memperhatikan mereka.

"Kyaaa!!! itu Sehun EXO!!!" seorang gadis berteriak seraya menunjuk ke arah Sehun.

Tentu saja hal ini membuat pejalan kaki tertuju perhatiannya pada sosok yang bersama Da Eun saat ini. Beberapa dari mereka langsung mengambil foto Sehun sedang bersama seorang gadis 'Da Eun'. Ya....ini lah yang dikhawatirkan oleh Daehan jika Sehun pergi tanpa menutupi identitasnya, dimana pun itu, sosoknya akan selalu dikenali.

"Berhenti memotret !! Aku bilang berhenti !!!" Teriak Da Eun

"Hey nona apa kau pacaran dengan Sehun EXO?" tanya gadis itu sinis.

"Sehun? haha apa kau bercanda? dia bukan Shaun atau apalah. Dia...dia sepupu ku. Lagipula aku tidak mengenal Shaun EXO" Da Eun berbohong, dia tidak tahu harus menganggap 'Tuan Pelupa' sebagai siapanya karena mereka baru saja bertemu kemarin malam.

"Sehun bukan Shaun" gadis itu berusaha meluruskan

"Ah iya Sehun. Sekarang aku mohon kalian pergi, mungkin sepupuku memiliki wajah yang mirip dengan Sehun kalian itu."

Semua orang langsung membubarkan diri setelah mendengar penjelasan Da Eun. Sementara itu Sehun hanya bengong karena tidak mengerti percakapan antara Da Eun dan orang-orang itu yang bicara bahasa mandarin.

                       *****

     Da Eun merasa lega karena akhirnya dia bisa terbebas dari tatapan orang-orang yang melihat mereka. Baru kali ini dia menjadi pusat perhatian, dan ini terjadi karena Sehun bersamanya.

Di depan sebuah gerbang, tiba-tiba Da Eun berhenti. Dia selalu memandangi gerbang ini yang ternyata adalah sebuah universitas. Sehun merasa bingung kenapa gadis itu berhenti di sini.

"Kenapa kita berhenti?"

"Ini adalah universitas terbaik di kota ini dan kebetulan dekat dengan tempat tinggalku. Aku selalu beharap bisa kuliah di sana."

"Lalu kenapa tidak mendaftar?"

"Yaaahh...masalah klasik. Aku tidak punya cukup uang. Padahal aku ingin sekali seperti para mahasiswa itu."

Sehun mengerti, Da Eun ingin sekali kuliah di universitas itu. Ia merasa kasihan pada gadis yang telah menolongnya, jika saja ia punya uang pasti Sehun akan menanggung semua biayanya. Jangankan membiayai pendidikan orang lain, yang harus dia lakukan saat ini adalah mengingat siapa dirinya.

             Mereka kembali ke kedai Daehan, melewati gang sekitar pemukiman yang sepi. Ada perasaan canggung saat melewati jalan ini karena Daeun hanya berdua dengan Sehun dan tidak ada siapa-siapa lagi. Daeun merasa seperti sepasang kekasih yang baru saja pulang kencan, padahal dia saja baru mengenal pria ini. Ditambah Da Eun baru menyadari betapa tampannya Sehun dan mulai terpesona akan ketampanan yang dimiliki Sehun. 'Betapa bodohnya kau Kim Da Eun baru menyadari pesona Oh Sehun'.

"Kim Da Eun"

"Ah...ya?"

Suara itu memecah keheningan di antara mereka. Bukannya mencairkan suasana, Da Eun malah terlihat semakin canggung.

"Terimakasih"

"Terimakasih untuk apa?" tanya Da Eun bingung

"Terimakasih untuk semuanya, kau dan kakakmu begitu baik padaku. Padahal aku ini orang asing"

"Aku akan membantumu sampai kau mengingat semuanya. Tapi boleh aku minta sesuatu?"

"Katakanlah"

"Aku harus memanggilmu apa?"

Sehun tampak berpikir sejenak, dia benar-benar bingung dan tidak tahu harus dipanggil apa. Da Eun memperhatikan Sehun yang sedang berpikir, dia ragu pada Sehun yang ingatannya buruk saat ini.

"Wu Shixun"

"Waw..apa itu namamu? dari mana kau dapat nama itu?"

"Entahlah tiba-tiba saja nama itu terlintas di pikiranku"

Wu ShiXun...Wu Shi Xun, Sehun terus bergumam dan berusaha mengingat sesuatu. Dia seperti pernah mendengar nama itu, tapi dimana? dan sejak kapan ia mendengar nama Wu ShiXun yang terasa tidak asing baginya.

                        *****

      Sementara itu suasana di hotel tempat member EXO menginap masih sama seperti kemarin malam, mereka masih mengkhawatirkan keberadaan Sehun.

drrrttt...drtttt...

D.O merasakan handphone nya bergetar, seseorang menelpon dan langsung di angkat olehnya. Betapa terkejutnya ternyata yang menelpon adalah.......

"Luhan hyung!!" ucap D.O saking terkejutnya semua member langsung menghampiri D.O

"Keraskan speakernya!!" Kai menyuruh hyungnya itu agar semua member dapat mendengar suara Luhan.

Mereka merindukan sosok pria Beijing itu, sosok yang pernah menjadi bagian dari mereka namun saat ini lebih memilih jalannya sendiri. Walaupun bukan bagian dari EXO, tapi Luhan selalu menghubungi saudara-saudaranya 'EXO' jika ia tidak sibuk.

"Aku dengar kalian ada di Beijing?" tanya Luhan dari telepon itu.

"Kami ada di Beijing hyung. Lama tidak mendengar suaramu" sahut D.O

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"

"Apa itu hyung?"

Semua member memasang tampang serius mendengar percakapan D.O dan Luhan di telepon.

"Dimana Sehunnie? aku berusaha menghubunginya tapi nomornya tidak aktif"

"Sehun..Sehun..." D.O tampak ragu memberitahu jika Sehun...

"Sehun hilang" Tiba-tiba Kai langsung mengambil alih telepon.

"Mwo?? Sehunnie hilang?!"


To be continued........


Rabu, 27 Januari 2016

[FanFiction] Amnesia ~ Chapter 2


Title : Amnesia (Chapter 2)
Cast : ~ Oh Sehun
~ Kim Daeun
~ Kim Daehan
~ All member EXO
Support cast : Luhan
Author : Sesehuhun

================================================


    Sehun mencoba untuk tidak memperdulikan semua omong kosong dari kedua hyungnya yang berisik itu. Dia akan merasa bodoh jika mempercayai ucapan Chanyeol dan Baekhyun. Sehun berani bertaruh dia tidak akan menjadi pelupa hanya karena meledek Lay.

~ Amnesia in Beijing ~

   12.00 Waktu setempat

   EXO akhirnya mendarat di Beijing dan tujuan mereka saat ini adalah hotel. Terlihat dari wajah-wajah lelah mereka yang ingin segera merasakan empuknya kasur sebelum perform di acara musik. Di saat member lain sudah rebahan di kasur, Sehun pergi keluar untuk jalan-jalan.

Berjalan seorang diri di jalanan kota Beijing membuatnya teringat akan sesuatu. Apalagi di perempatan jalan ia melihat sebuah toko memajang standee seorang artis Tiongkok yang sedang hits saat ini. Sehun mengenal gambar artis itu.

"Luhan~hyung" ucapnya pelan dari balik masker hitamnya. Saat ini Sehun benar-benar merindukan orang itu.

Tidak ada orang yang menyadari keberadaan Sehun, dia benar-benar ahli dalam menyamar dan berbaur dengan sekitar. Jika Sehun tidak melakukan ini, dia akan dikejar oleh para fansnya di Beijing. Sama dengan Luhan, Sehun dan EXO begitu populer di negara ini.

                                           ****

      Sehun terlalu asyik dengan kota ini, sampai dia lupa malam pun menjelang. Entahlah apa dia ingat jalan pulang ke hotel, tapi yang jelas Sehun sedang jalan seorang diri saat ini. Saat melewati gang sepi di pemukiman penduduk, kau bisa mendengar suara gonggongan anjing rumahan dan suara kucing yang sedang mengacak-ngacak tong sampah.

"Sepi sekali. Apa aku salah jalan?"

Pria berkulit putih itu mulai merasa takut, pasalnya dia takut salah mengambil jalan. Di sepanjang jalan, Sehun merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Tapi saat menengok ke belakang tidak ada orang di sana.

"Mungkin perasaanku saja"

Dengan cueknya Sehun kembali melanjutkan jalannya. Di dekat lampu penerangan, Sehun kembali berhenti. Sedari tadi perasaannya tidak enak, seperti ada sepasang mata yang sedang mengintainya. Dia mencoba menghubungi member EXO yang lain untuk menjemputnya pulang. Namun tiba-tiba handphonenya mati, dia kehabisan batre saat ini.

"Sial!!! kenapa harus terjadi di saat genting seperti ini!!Oh Sh*t!!" Saking kesalnya Sehun langsung menendang lampu penerangan itu.

Perasaan parnonya membuat Sehun memikirkan hal yang tidak-tidak .Sebenarnya Sehun merasa takut seorang diri di tempat sepi dan jauh dari para hyungnya, namun Sehun berusaha menjaga imagenya untuk tetap terlihat cool dan juga tenang.

"Keluarlah!! tunjukan dirimu!! aku tahu sedari tadi kau membuntuti ku kan?"

Walaupun takut tapi pada akhirnya dia tetap berani menantang orang yang membuntutinya untuk keluar. Matanya melihat keseliling gang, namun tidak ada siapa-siapa. Sehun semakin khawatir, dia benar-benar yakin bahwa ada orang yang mengintainya saat ini.

"Hey tampan" Terdengar suara seseorang di belakang Sehun. Suara seorang yang sangat di ingatnya.

Saat Sehun menengok ke belakang, dia bisa melihat sosok orang itu.

"Kau Cho..Ha..."

"Kejutan !!!" ucap orang itu, smirknya benar-benar mengerikan

BUGGHHHH

Tiba-tiba sebuah benda keras menghantam Sehun berkali-kali, hingga akhirnya semuanya menjadi gelap. Sehun tidak bisa merasakan apa-apa lagi, penglihatannya gelap dan perlahan matanya terpejam.

                      ****

@Mercure Hotel

"Mengapa Sehunnie belum pulang? apa dia tersesat? Ya ampun bagaimana ini."

"Chanyeol~ah bisakah kau tenang sedikit?! jangan buat keadaan semakin panik. Chen dan Xiumin hyung sedang mencarinya bersama para staff." Sahut sang leader pada namja jangkung bak tiang listrik itu

"Kenapa kita tidak ikut mencarinya?" Tanya Baekhyun

"Sebagian dari kita harus tetap di hotel, mungkin saja sebentar lagi dia pulang"

       Di saat yang lain sedang sibuk mencari keberadaan Sehun, ada seseorang yang sedang tidur di atas sofa seraya jari jemarinya memainkan gadjet miliknya. Orang itu adalah Lay, dia benar-benar terlihat santai dan sama sekali tidak khawatir dengan Sehun.

"Apa yang kau lakukan Lay?" tanya Suho

"Aku sedang main game" Sahutnya santai.

"Apa kau tidak khawatir? Sehunnie hilang dan belum pulang sampai sekarang"

"Lalu apa hubungannya denganku? biarkan orang itu pulang sendiri. Dia bukan anak kecil lagi."

"Biasanya kau paling khawatir pada magnae kita"

"Hey itu dulu! Setelah dia menyakitiku berkali-kali, aku menyerah!! Aku tidak mau berurusan lagi dengannya"

Lay pergi meninggalkan Suho bersama Baekhyun dan Chanyeol yang masih tersisa di ruangan itu. Saat ini Lay benar-benar tersakiti oleh magnae EXO yang kurang ajar itu. Sementara itu, Suho, Baekhyun dan Chanyeol menatap tak percaya jika Lay akan berkata seperti tadi.

                              ****

        Pagi pun menjelang, sinar mentari pagi masuk melalui celah jendela sebuah bangungan khas tradisional Tiongkok. Seorang pria berkulit putih susu baru saja terbangun, ia mengerjapkan matanya. Pria itu adalah Oh Sehun, ia mendapati dirinya sedang terbaring di sebuah kasur. Dan yang membuatnya kaget adalah seorang gadis sedang duduk di pinggir ranjang itu sembari menatap Sehun.

"Kau sudah sadar rupanya" ucap gadis itu dalam bahasa mandarin. Sehun terpesona melihat senyum gadis itu yang benar-benar manis.

"Kau siapa?" tanya Sehun

"Kau orang Korea ya? ah tenang saja aku juga bisa bahasa Korea koq'.Namaku Kim Daeun."

"Lalu ini dimana?"

Sehun benar-benar bingung kenapa ia bisa ada di tempat ini. Sekujur tubuhnya terasa sakit, termasuk kepalanya yang benar-benar terasa pusing. 

"Kau ada di kedai bakpao milik kakak ku. Tadi malam aku menemukanmu tidak sadarkan diri di depan kedai ini. Apa semalam kau mabuk?" tanya gadis bernama Kim Daeun itu.

Tiba-tiba seorang pria bercelemek masuk ke kamar, ia menghampiri Sehun dan Daeun.

"Dia tidak mabuk, aku tidak mencium bau alkohol dari mulutnya" ucap pria bercelemek. Daeun mengiyakan ucapan kakaknya, sedangkan Sehun masih terbaring memegangi kepalanya yang terasa pusing.

"Kakak apa sebaiknya kita tanya nama pria itu?" bisik Daeun pada pria bercelemek yang ternyata adalah kakaknya.

"Daeun~ya apa kau tidak memperhatikan orang ini baik-baik? dia pria tampan dari Korea. Aku rasa dia ini Oh Sehun EXO, wajahnya benar-benar mirip"

"Kak Daehan, memang Oh Sehun EXO itu siapa? aku tidak mengenal nama itu. Apa Oh Sehun itu seorang artis terkenal?"

"Sehun EXO itu member boyband terkenal, apa kau tidak pernah nonton tv?"

Dengan polosnya Daeun hanya menggeleng, dia memang tidak pernah nonton tv, padahal dia punya tv di kamarnya. Sebenarnya Daehan punya pirasat kalau pria yang terbaring di kasurnya ini adalah Sehun EXO, namun dia mencoba memastikan kebenarannya.

"Emmmmm...permisi boleh kami tahu siapa namamu?" tanya Daehan

"Nama? nama..na..namaku..." Sehun tiba-tiba terdiam, ia menggantung kalimatnya

"Kenapa diam? kami tidak akan macam-macam koq'. Apa namamu Oh Sehun EXO?"

"Sehun EXO itu siapa? apa itu namaku? tapi aku tidak tahu namaku siapa"

Daehan begitu terkejut, dia benar-benar yakin jika pria yang ada di kasurnya itu adalah Sehun EXO. Tapi kenapa Sehun sendiri tidak tahu namanya? apa Sehun tidak ingat apa-apa?

"Kak Daehan dia saja tidak mengenal Sehun EXO"

"Apa kau tidak mengingat sesuatu? seperti dari mana asalmu, dimana kau tinggal atau mengapa kau bisa pingsan di depan kedai ini?" Daehan mencoba membuat Sehun mengingat sesuatu, namun Sehun hanya menjawab "Aku tidak tahu, aku tidak ingat apapun".

Daehan semakin bingung, yang dikhawatirkan nya sejak tadi menjadi nyata. Dia yakin sekarang bahwa Sehun lupa ingatan. Mungkin ini terasa konyol ada seorang artis terkenal Korea yang lupa ingatan dan sekarang artis itu ada di kedainya.

"Kakak jangan menanyainya dengan pertanyaan sebanyak itu, sebaiknya kita membuatkannya sarapan. Aku yakin pria ini sedang lapar."

Daehan mengerti, benar kata adiknya tidak seharusnya ia membuat pria itu semakin tertekan karena terus dihujani banyak pertanyaan.

"Apa kau lapar?" tanya Daehan, Sehun memegangi perutnya yang tiba-tiba mengeluarkan suara. Dari suara itu Daehan tahu jika Sehun memang lapar. Mungkin setelah sarapan ia bisa menggali informasi lebih jauh tentang orang ini 'Oh Sehun'.

Mereka memutuskan membuat sarapan untuk Sehun. Sementara itu Sehun masih merasakan kepalanya pusing. Sekilas ingatan tentang kejadian tadi malam terlintas di kepalanya, namun itu tidak terlalu jelas dan hanya sedikit yang diputar oleh otaknya. Ia hanya mengingat bahwa seseorang telah menghantamnya dengan benda keras.

Lalu apa Sehun benar-benar tidak mengingat apapun? termasuk para hyungnya di EXO?. Jangankan mengingat para hyungnya, namanya sendiri saja Sehun tidak ingat. Yang bisa dilakukannya saat ini adalah berharap jika Daehan dan Daeun mau membantunya.

To be Continued.....


Kamis, 21 Januari 2016

[FanFiction] Amnesia ~ Chapter 1







Title : Amnesia - Chapter 1
Cast : - Oh Sehun
- Kim Daeun (OC)
- Kim Daehan (OC)
Support cast : All member EXO, Cho Hae Rin (OC)
Genre : Life
Rating : PG
Length : Short Story
Author : sesehuhun
"Cerita murni dari otak author yang tbtb mendapat sebuah ilham untuk menulis ff. "
====================================================
     Karma.......mungkin itulah yang dialami Oh Sehun.
     
~ Amnesia ~

      Orang-orang di luar sana tidak akan tahu kehidupan asli para artis yang selalu dilihatnya lewat layar televisi. Di depan penonton mereka berusaha menjaga image, entah itu terlihat anggun dan manis atau menunjukkan sisi 'keren'nya. Begitupun yang dilakukan oleh salah satu member boyband Korea, dikenal karena imagenya yang cool dan selalu menunjukkan ekspresi dingin. Wajahnya yang tampan dan image cool yang dimilikinya tak ayal jika dia memiliki banyak fans, terutama fangirl. Orang itu adalah Oh Sehun, member termuda di EXO. Mereka mengenal Sehun sebagai pribadi yang  jarang tersenyum dan jutek, namun kejadian siang itu membuktikan sifat aslinya.

Saat itu Sehun dan member EXO yang lain baru saja mendarat di Incheon Airport. Saat melewati kerumunan fans, ada seorang gadis yang memberi sebuah hadiah. Lantas Sehun langsung berhenti sejenak untuk mengambil hadiah itu.

"Oppa, bisa berikan ini untuk Lay~gege? maaf aku lancang menyuruhmu tapi cuma kamu yang lewat di dekatku. Aku mohon, Lay~gege sedang ada di Tiongkok jadi aku nitip padamu ya?" ucap gadis itu seraya menyodorkan hadiah itu pada Sehun. Raut wajah Sehun berubah kecewa, dia pikir itu hadiah untuknya.

"Kau menyuruhku? kenapa kau memberikan hadiah pada orang 'pikun' itu? dia tidak akan mengingat nama orang yang memberinya hadiah. Kenapa kau tidak terbang langsung ke Tiongkok untuk menemui gege pikun mu itu?!"  sahut Sehun ketus.

"Kenapa kamu mengatai hyungmu pikun? ucapanmu membuatku sakit hati oppa!! aku baru tahu sifat aslimu seperti ini."

Sehun menjatuhkan hadiah dari gadis itu, lalu pergi begitu saja tanpa merasa bersalah sama sekali. Dia tidak sadar, banyak orang yang mengabadikan segala gerak-gerik Sehun di bandara.

"Awas saja, akan kebalas kau nanti Oh Sehun!! Aku tidak terima Lay~gege kau hina seperti itu" Gadis itu menatap geram Sehun yang sudah berlalu di hadapannya.
                      
                                                      *****
     Malam itu EXO sedang bebas dari jadwal manggung mereka, Sehun memilih menghabiskan waktu istirahatnya dengan minum di kedai langganannya sewaktu SMA. Kedai di pinggir jalan ini selalu ramai pembeli.

"Dulu kau selalu memasan bubble tea, sekarang kau minum minuman orang dewasa" Seorang pria berusia 2 tahun lebih tua mengampiri Sehun.

"Jangan sebut minuman itu, itu membuatku mengingat seseorang. Lagipula aku sudah dewasa, usiaku 22 tahun sekarang"

"Cih...bagaimana pun kau tetap bocah tengil yang selalu jadi langganan nomor 1 di kedai ibuku"

Sehun hanya tertawa garing menanggapinya, ia langsung teringat masa lalunya setiap pulang sekolah, Sehun selalu mampir kesini untuk membeli bubble tea. Sehun meneguk segelas kecil soju, meletakan kembali gelas kecil itu meja. Dia teringat sesuatu, kejadian tadi siang dimana ia berkata buruk pada seorang gadis yang merupakan fans dari Lay. Dia juga merasa bersalah mengatai Lay dengan sebutan "orang pikun".

"Oh ya sepertinya kau jadi perbincangan panas saat ini"

"Perbincangan panas?" tanya Sehun terheran-heran karena pria pemilik kedai ini tiba-tiba berbicara seperti itu.

"Lihat saja berita di tv. Mereka bilang saat di Incheon Airport kau membentak seorang gadis dari fansnya Lay dan kau juga mengatai hyungmu sendiri pikun. Ya ampun Oh Sehun!! kau bisa di bash habis-habisan oleh netter"

Sehun shock melihat dirinya sedang berbicara kasar pada gadis itu. Oh fuck!! betapa bodohnya kau Oh Sehun!!. Sehun mengutuk dirinya sendiri, dia baru sadar pasti segala tindakan baik atau buruk dirinya akan selalu terekam kamera.

ddrrttt....drrtttt..

Tiba-tiba hadphonenya bergetar, Sehun langsung mengangkat pangilan dari nomor yang tidak dikenal.

"Halo?"
"Aku Cho Hae Rin, aku pun tidak tahu kenapa artis terkenal seperti Oh Sehun begitu kasar padaku.Bagiku tidak masalah dia membuat hatiku sakit, tapi aku mohon jangan pernah sakiti perasaan Lay. Lay juga bagian dari EXO sama sepertimu.  Apa kau kekurangan cinta dari para penggemarmu? apa karena tidak ada yang memberimu hadiah? mungkin setelah ini aku akan memberimu kejutan. Tunggu saja Oh Sehun"

Sehun lagi-lagi terkejut karena yang menelponnya adalah gadis yang bertemu dengannya siang tadi. Dia bingung bagaimana gadis itu tahu nomor ponselnya. Gadis itu mengakhiri panggilannya. Hanya ada sebuah pesan terakhir yang diingatnya, yaitu gadis yang bernama Cho Hae Rin akan memberinya kejutan.

"Menurutku gadis itu sasaeng fans"

"Entahlah hyung, masa bodoh!! aku tidak peduli"

                                                 *****
      Sudah seminggu sejak kejadian itu, kehidupan Sehun kembali normal. Walaupun selama seminggu itu ada yang menerornya setiap kali Sehun sedang keluar sendiri. Mulai dari pembalut wanita beserta darah haid yang pernah di terima Sehun sepulang manggung, hingga boneka voodoo ada di dalam mobil van mereka. Sehun sudah melaporkan hal ini, namun tidak ada hasil karena pelaku sulit di ketahui identitasnya. Sebenarnya Sehun menaruh curiga bahwa yang menerornya adalah Cho Hae Rin, namun dia tetap tidak memberitahu itu pada member yang lain.

Pagi ini EXO ada jadwal di Tiongkok, tepatnya di kota Beijing selama seminggu. Sehun sedang membenahi barang bawaannya, di kamar itu juga ada Suho dan Lay. Padahal baru saja kemarin Lay mendarat di Korea, tapi pagi ini dia harus kembali lagi ke Tiongkok, namun kali ini bersama member EXO yang lain.

"Apa kalian melihat sapu tanganku?" tanya Sehun pada kedua hyungnya. Suho hanya menggeleng pertanda tidak tahu.

"Sapu tangan warna ungu?"

"Iya ungu. Apa kau melihatnya Lay~hyung?"

"Tadi sapu tangan ungu itu ada di meja. Benda itu sudah terlihat jelek jadi aku menggunakannya sebagai kain lap untuk membersihkan tumpahan kopi"

"A..apa??!"

"Memang ada apa dengan sapu tangan itu?" tanya Lay polos

"Apa hyung lupa? itu sapu tangan dari Luhan hyung untukku!!! Dan sekarang kau menggunakannya sebagai kain lap?!!"

"Maafkan aku, aku lupa akan hal itu" ucap Lay, dia merasa bersalah telah memperlakukan barang berharga milik Sehun sebagai kain lap.

"Kau memang selalu lupa hyung!! Itulah penyakitmu...Kau ini Pikun!!! Kenapa tidak amnesia saja sekalian?!!" Bentak Sehun. Dia benar-benar diluar kendali, bahkan Sehun tidak memperdulikan perasaan Lay yang di bentak olehnya. Dengan perasaan marah, Sehun pergi meninggalkan kamar itu untuk mencari sapu tangan kesayangannya.

Seperti ada petir yang menyambar, Lay merasakan hal itu. Hatinya sakit karena Sehun sudah kurang ajar membentak dan mengatainya kasar. Namun Lay berusaha untuk tidak memasukan omongan Sehun yang menyakitkan ini. Suho berusaha menenangkan Lay, sebagai leader dia tidak mau anggota EXO saling menyakiti perasaan masing-masing.

"Maafkan ucapan Sehun, sebagai magnae dia harus diajarkan sopan santun terhadap yang lebih tua" Ucap Suho seraya menepuk pundak Lay.

"Tidak masalah, lagipula ini salahku telah membuatnya marah."

                                                  *****
         Di dalam pesawat Sehun sama sekali tidak mau bicara dengan hyungnya yang satu itu, padahal Lay sudah berkali-kali minta maaf dan akan menggantinya dengan yang baru. Namun Sehun tetap saja mengabaikan Lay yang berusaha membujuknya agar tidak marah.

"Dia masih marah" Ucap Lay. Napasnya terasa berat, dia merasa ingin menyerah saat ini. Suho yang duduk di samping Lay kembali menyemangatinya, dia tahu cuma Lay yang bisa mengatasi sifat Sehun yang kekanak-kanakan itu.

Sementara itu Sehun sedang mendengarkan musik dengan earphonenya, menyandarkan kepalanya pada sandaran empuk sekedar melepas kepenatannya. Namun istirahatnya terganggu karena dua orang yang duduk di belakangnya begitu berisik. Tak hanya berisik bahkan salah satu dari mereka sampai menendang tempat duduknya. Saat Sehun melepas earphonenya, dia bisa mendengar percakapan dua orang yang sangat berisik itu.

"Kau masih percaya karma kan?" Tanya seorang pria berparas imut, yang tidak lain tidak bukan adalah Byun Baekhyun.

"Tentu saja aku masih percaya.Dulu aku pernah meledek Kris hyung tampan, dan lihat sekarang aku tertular oleh ketampanannya haha" Sahut teman jangkung bersuara berat itu 'Park Chanyeol'

"Aku tidak  bercanda Chan-idiot!!! Jujur aku mengkhawatirkan magnae kita"

"Maksudmu Sehunnie?"

"Hmppp..Aku takut dia kena karma karena ucapannya terhadap Lay hyung"

"Dia menghina hyungnya dengan sebutan 'orang pikun', menurutmu apa dia akan tertular pikun juga?"

Chanyeol berpikir sejenak, pandangannya menatap ke atas dengan mulutnya yang terbuka lebar. Ekspresinya benar-benar terlihat idiot, namun dengan wajah yang tampan. Ternyata pertanyaan Chanyeol tak digubris oleh Baekhyun, karena pria imut itu malah tertidur pulas.

Sehun sempat kepikiran omongan kedua hyungnya yang berisik itu. Ada rasa takut di dalam diri Sehun, dia takut menjadi pelupa seperti Lay.Tapi Sehun berusaha tidak peduli dan kembali mendengarkan musik yang sempat tertunda tadi. Dia hanya menganggap kalau Baekhyun dan Chanyeol hanya menakut-nakutinya dengan semua omong kosong itu.

To Be Continued............