Selasa, 08 Maret 2016

Sejarah Pengertian dan Jenis Cabang Atletik



Sejarah Atletik

Yunani adalah bangsa pertama yang menyelenggarakan perlombaan olahraga Atletik. Atletik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu "Athlos" artinya adalah Lomba. Pada waktu itu cabang olahraga atletik dikenal dengan pentahlon atau panca lomba dan decathlon atau dasa lomba.
Pada sebuah Buku Odysus karya dari Hemerun menjelaskan jika petualangan Odysus saat berkunjung ke kepulauan di sebelah selatan Yunani disambut oleh kepala suku dengan mengadakan upacara penyambutan. Diacara tersebut ada beberapa lomba yang diperlombakan seperti lompat , lari , lempar cakram, gulat dan tinju. Sedangkan pada tahun 776 SM bangsa Yunani mengadakan Olympiade. 

Dalam lomba tersebut pemenang adalah yang menjadi juara Petahlon. Olympiade yang modern dilaksanakan atas usulan dari seorang berasal dari Perancis yang bernama Baron Peire Louherbin pada tahun 1896 di Athena , Yunani. Dalam ajang ini cabang atletik merupakan tambang medali yang menjadi perebutan. Organisasi Olahraga Atletik Internasional terbentuk pada 17 Juli 1912 di Stockhom, Swedia. Pembentukan tersebut bersamaan dengan Olympiade ke-5, Organisasi tersebut bernama “International Amateur Athletic Federation” atau dapat disingkat dengan IAAF.

Sejarah Atletik di Indonesia mulai terbentuk pada 3 September 1950, pada tahun tersebut Indonesia mendirikan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau biasa disingkat dengan PASI.

A.     Pengertian Atletik

Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi lari , lempar , dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa Yunani " athlon" yang berarti "kontes". Atletik merupakan cabang olahraga yang diperlombakan pada olimpiade pertama pada 776 SM . 

Atletik juga merupakan sarana pendidikan jasmani dalam rangka meningkatkan kemampuan, misalnya kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelenturan, koordinasi dan sebagainya.

B. Jenis Cabang Atletik 

1. Lari
Lari adalah melangkah dengan cepat, sampai terdapat gerakan dimana kedua kaki melayang sebentar di udara. Olahraga Atletik lari menjadi salah satu Nomor yang dipertandingkan dan dibagi kedalam beberapa macam diantaranya :

a.       Lari jarak pendek
Lari jarak pendek adalah perlombaan lari yang menempuh jarak 100 – 400 meter. 
b.       Lari Jarak Menengah
Lari jarak menengah adalah perlombaan lari yang menempuh jarak antara 800   meter, 1500 meter dan 3000 meter.
c.       Lari jarak Jauh
d.      Lari Estafet
e.       Lari Gawang
f.        Lari Marathon Putra/Putri 42.195 m.

Dalam perlombaan lari ada tiga cara start, antara lain :
·         Start Berdiri (Standing Start)
·         Start Jongkok (crouching start)
·         Start melayang (dilakukan hanya untuk pelari ke II, III, IV dalam lari estafet)


2. Lompat

Lompat adalah mendorong tubuh dengan daya tolakan dari kaki menggunakan 1 atau 2 kaki. Nomor-nomor Lompat diantaranya :

·         a. Lompat Tinggi
Pada cabang olahraga atletik yang satu ini diperlukan kelenturan kerampilan dalam melenturkan tubuh. Lompat tinggi dilakukan dengan cara melompat setinggi-tingiinya kemudian atlit harus melewati mistar melintang yang sudah ditentukan ketinggianya. Apabila kamu menyentuh kemudian mistar terjatuh, maka lompatan yang sudah dilakukan dianggap gagal dan tidak mendapatkan nilai.

·          \b. Lompat Jauh
Cabang olahraga atletik yang satu ini sangat mudah dilakukan karena kamu mungkin sudah biasa dalam melompat. Cara melakukan lompat jauh yaitu dengan sprint kemudian melompat sekuat dengan sekuat tenaga agar mendapatkan lompatan terjauh. Para atlit lompat jauh profesional terus berlatih menguatkan otot kaki, karena hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam melakukan lompatan. Umumnya mereka dapat melakukan lompatan dengan jarak sejauh 5 sampai 7 meter.

·         c. Lompat Indah
Olahraga lompat indah dilakukan dengan menggabungkan lompatan dan gaya akrobatik. Olahraga ini dilakukan dengan lompatan dengan ketinggian tertentu, kemudian saat atlit berada di udara harus melakukan gerakan yang memenuhi nilai keindahan dan estetika. Hal ini dilakukan sebelum atlit terjatuh ke dalam kolam yang telah disediakan.

·        d.  Lompat Galah
Mirip dengan olahraga lompat jauh yaitu atlit harus melompat dengan tenaga penuh selanjutnya melewati mistar melintang dengan ketinggian yang telah ditentukan. Namun, olahraga ini atlit dapat menggunakan alat bantu yaitu berupa galah agar bisa melompat lebih tinggi.
 
3. Lempar

Lempar artinya membuang jauh-jauh. Begitu juga pada nomor lempar ini, dimana tujuan dari kegiatan lempar ini adalah membuang sejauh mungkin agar mendapat nilai yang paling jauh.

Beberapa nomor Lempar :

·       a,   Lempar Lembing
Lempar lembing merupakan cabang olahraga atletik denganmenggunakan lembing  (tombak) sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pada olahraga ini atlit harus melakukan lemparan lembing dengan kemampuan yang maksimal. Olahraga ini memerlukan keseimbangan tubuh, kekuatan kaki dan kecepatan. Jarak lemparan akan dihitung dari tancapan ujung lembing yang ditancapkan.
·         b. Cakram
·        c. Lontar Martil

4. Tolak Peluru

Tolak peluru merupakan olahraga yang dilakukan dengan cara menolakan logam yang berbentuk bundar mirip dengan sebuah peluru. Pada permainan ini sistem penilaian dilakukan dengan mengukur jarak jauhnya tolakakn peluru, jika semakin jauh daya tolakan maka dalam melakukan lemparan maka akan semakin bagus nilai yang akan didapat. Dalam melakukan lomparan usahakan arahkan tolakan peluru ke tempat yang telah disediakan, bila peluru yang dilempar jatuh di luar dari lingkaran akibatnya atlit tidak akan mendapatkan point dan terkena diskualifikasi.

5. Memanah

Dalam perlombaan olahraga memanah atlit harus fokus pada papan khusus dimana terdapat sebuah lingkaran yang memiliki titik yang harus dibidik. Semakin akurat dan medekati titik pusat, maka semakin tinggi nilai yang akan didapatkan.

6. Menembak

Menembak adalah salah satu cabang dalam olahraga atletik menggunakan sebuah tembakan dengan spesifisasi standar tertentu. Pada permainan olahraga ini kamu akan belajar konsentrasi dan fokus pada tujuan yang akan dibidik. Peluru yang digunakan untuk menembak adalah peluru karet. Sistem penilaian yang dipakai dalam pertangan adalah dengan menghitung tingkat akurasi pada papan tembakan.

7. Angkat Besi

Diperlukan tenaga serta otot yang kuat dalam melakukan olahraga angkat besi. Kamu harus mengangkat beban dengan berat tertentu sesuai kemampuan yang kamu bisa dan sesuai tingkatan berat yang ada pada olahraga angkat besi. Atlit harus mengangkat beban menggunakan tangan dengan sapai berada di atas kepala dan posisi tangan harus lurus. Penilaian yang digunakan adalah jika atlit dapat mengangkat beban dengan sempurna atau dalam kecepatan waktu tertentu.

Rangkuman by. Li Sehun (me)
Sumber : wikipedia.org
sakuilmu.net
dikatama.com  

Senin, 07 Maret 2016

Review MV - Jimin ft Xiumin ~ Call You Bae (Rasa XiuHan)



Review MV
Jimin AOA ft Xiumin EXO – Call You Bae

   Kabar gembira buat EXO-L terutama fansnya Xiumin, beberapa waktu lalu Jimin salah satu member Girlband AoA menggandeng Xiumin untuk duet dalam project solonya yang bertajuk #OOTD 

Gue bisa merasakan kebahagian Xiumin dalam project ini, gimana enggak? Dari dulu Xiumin pengen banget berkolaborasi sama penyanyi lain dan akhirnya kesampean juga. Gak salah kalau mba Jimin ngajak Xiumin, di lagu Call me baby You Bae kita bisa mendengar suara merdu Xiumin dan rapp nya Jimin yang centil & imut-imut gimana gitu.-. Kadang kasian juga kan Xiumin kalau di EXO cuma kebagian secuil pas nyanyi, tapi kalau di sini porsi nyanyi nya lumayan banyak.

Warning : Mungkin lu akan baper setelah melihat ini. Yang gue lihat bukan Jimin x Xiumin tapi berasa lihat XiuHan.
Review MV

Mv di mulai saat Xiumin dan Jimin sedang berada di dalam mobil dan MV dibuka dengan backsound “ I’m Jelly Baby”. Kelihatannya sih mereka baru pulang kencan. Sebagai pacar yang baik hati Xiumin mengantar Luhan Jimin ke rumahnya. Mereka langsung turun dari mobil, di pinggiran jalan muncul beberapa orang berwajah emotikon. Gue gak tau mereka mahkluk apa, yang pasti para makhluk ini ada yang keluar dari rumahnya Jimin sambil bawa koper. Mahkluk emotikon yang membawa koper itu memberikan kunci rumah pada Jimin.

Setelah si emotkon pergi, Jimin ngajak Xiumin buat makan ayam bareng di rumahnya. Xiumin justru nolak tawaran itu. Ini masih sebuah misteri...sebenernya Jimin dapet itu ayam dari mana? Padahal dari tadi dia gak bawa tas kan?

Karena Jimin masih anak ABG, Xiumin nyuruh Jimin buat balik ke rumahnya. Dia takut Jimin dicariin orang tuanya karena dia ini gak boleh main sampai jam 12 malam. Jimin kesel disebut masih anak-anak dan dia juga bilang kalau orang tua nya tidak ada di rumah karena mereka sedang berlibur.
*Oh sekarang gue tau siapa emotikon yang bawa koper terus nitip kunci ke Jimin. Kayak ngewakilin kalau emotikon itu adalah orang tuanya yang pergi liburan*

Dengan sedikit paksaan, akhirnya Jimin di dorong masuk ke rumahnya. Xiumin langsung pergi, sebenernya dia gak tega juga maksa Jimin buat masuk ke rumah. Tapi ya apa daya, Xiumin gak mau mainin anak orang apalagi Jimin ini umurnya lebih muda dari Xiumin. 

Xiumin langsung pergi sambil ngebatin di sepanjang jalan.

“Ini demi kebaikan mu,anak perawan gak boleh main malem-malem” 

Sementara itu Jimin yang ada di dalam rumah keliatan banget sedihnya, bete juga soalnya Xiumin nyuruh dia balik padalah sebenernya Jimin masih pengen bareng Xiumin. Di jalan pun kayak ada perasaan nyesel plus gak tega ninggalin Jimin, dan akhirnya Xiumin langsung nelpon untuk mengetahui kabar pacarnya. Jimin yang lagi galau berat langsung seger lagi pas tahu Xiumin nelpon dia. Mereka saling telepon-teleponan kayak dua sejoli yang udah 2 tahun gak pernah ngobrol dan jarang ketemu, padahal baru beberapa menit yang lalu mereka ketemu. -__-


Lagi asyik-asyik teleponan, tiba-tiba Xiumin ngejengkang(?) ke belakang. Ternyata ini ulah para emotikon, dengan gaibnya mereka membuat Xiumin mundur ke belakang tanpa menyentuhnya sama sekali. Para emotikon ini seperti punya kekuatan telekinesis yang membuat Xiumin balik lagi ke rumah Jimin. *Lu tahu kan yang punya kekuatan di ini di MV mama? Tuh kan gue baper T.T*

Sementara itu Jimin yang berada di dalam rumah langsung panik mendengar bahwa Xiumin balik lagi ke rumahnya. Gue gak tau dia dapet dari mana sirine itu, mungkin dia nyopotin lampu itu di mobilnya pak polisi kali ya.-.

Sebagai cewek tentu dia ingin terlihat cantik di depan pujaan hatinya, para emotikon ini langsung memilihkan baju buat Jimin. Namun bajunya gak ada yang cocok di tambah saat ini Xiumin sudah berada di depan rumahnya.

Dengan pakaian yang sama sehabis pulang kencan, Jimin langsung keluar nemuin Xiumin. Jimin muncul dengan gaya centilnya, nebar-nebar kiss ke Xiumin. Keliatan banget disini Xiumin malu-malu singa sedangkan dengan agresifnya Jimin langsung membawa Xiumin ke dalam rumahnya. Gak tahu mau ngapain, yang pasti mau ngelanjutin mesra-mesraan.

Dan bener aja Jimin langsung ngajak Xiumin mesra-mesraan. keliling rumahnya hingga akhirnya mereka berakhir di dapur...atau ruang makan?


*editan EXO-L coeg anyirrr* :v
Mungkin sekarang mereka boleh merasa bebas, karena gak ada orang tua di rumah ini jadi mereka bebas ngapain aja. Padahal gak sadar ya di belakang sana Mama dan Papa selalu mengawasi dengan tatapan horor.

Dan lagi.....


Dengan gaibnya dua emotikon di dekat jendela itu kembali mengeluarkan kekuatan yang sama digunakan sang alumni di MV mama. Perlahan kursi mereka bergerak maju ke arah meja.
*Ini tuh gak sengaja atau emang mau buat EXO-L gak bisa move on kembali mengenang sang alumni? Kode-kode begini nih yang bikin tukang baper makin baper T.T *

Lanjut deh mereka romantis-romantisannya, noel hidung, saling lempar senyum, pegangan tangan. Maklum lah mereka ini dua sejoli yang sedang di mabuk asmara. Sebenernya disini ceritanya Xiumin itu orang yang udah cukup umur buat nikah...istilahnya dia udah MATANG lah, tapi gak tau kenapa Xiumin milih pacaran sama yang lebih muda. Nah si Jimin yang lebih muda ini gak mau kalau di anggap masih kecil, dia emang ke kanak-kanakan tapi dia pengen manggil Xiumin dengan sebutan Bae sebagai pengganti panggilan “oppa”

Mungkin ini keesokan harinya, soalnya baju yang di pake sama meraka beda dari yang di adegan awal. Tiba-tiba Xiumin membuat kejutan dengan bernyanyi bersama para emoticon sebagai penari latar.

Wait.....Xiumin konser di kamar?


Jimin yang jadi penonton bayaran  di pinggiran ranjang dengan baju yang mengekspos pundaknya kelihatan banget gak bisa nahan rasa bahagianya. Dan lu bakal mengingat seseorang melihat wajah Jimin di adegan ini. Subhanallah Luhan Jiminnya cantik.


Adegan berakhir saat Xiumin menggandeng Jimin ke dekat jendela, saling pegangan tangan erat banget...mereka udah kayak truk gandeng. Kelihatan banget dua sejoli ini merasa mereka adalah orang yang paling bahagia di dunia.
Dan lagi-lagi wajahnya Jimin di ending MV membuat EXO-L mengenang masa lalu. Setelah ini gue sadar ternyata mukanya Luhan emang pasaran, dan kebanyakkan yang mirip sama Luhan tuh cewek-cewek :v

Jujur....gue suka lagu ini, lagunya enak di denger dan banyak yang bilang MV nya manis. *emang Mvnya di gulain?* 

Maaf kalau Review MV ini ngaco, ini pertama kalinya gue ngereview video. Dan maaf atas kebaperan yang telah saya munculkan di review ini. 

Review by. Li Sehun (me)

Rabu, 02 Maret 2016

Laporan Jurnalistik (Bahasa Sunda)


         Istilah "Jurnalistik" raket patalina jeung kecap "Jurnalis" atawa "Jurnalisme" . Tiluanana dirundaikeun tina kecap Jurnal.

Istilah Jurnal nyaeta buku catetan atawa surat kabar jeung koran poe'an bisa ngeunaan hiji kajadian atawa hasil pananglungtikan. Jurnalistik mangrupa perkara anu patali jeung kawartawanan, pakoranan, jeung pers. Jalma anu pagaweanana ngumpulkeun jeung nulis di koran disebut na "Jurnalis" (wartaean, mun awewe disebut wartawati). Ari umumna mah sok disebut wartawan wae.  Jurnalisme nyaeta pagawean ngumpulkeun, nulis, ngedit (nyunting) jeung medalkeun (nerbitkeun) warta dina surat kabar, ayeuna mah tambah dina radio, televisi jeung internet.

Di handap ieu conto laporan Jurnalistik :
by. Lia Karlina

              Dibalik Kajadian Bom Sarinah.

Indonesia berduka, kaping 14 Januari 2016 dinten kamis digemparkeun ku hiji kajadian. Pos polisi Sarinah anu tempatna di Tamrin, Jakarta Pusat di bom ku jalmi misterius. Diduga kasangkana ngalakukeun ''Bom Bunuh Diri''. Teuing alesanna naon, nu pasti kajadian ieu ngakibatkeun karugian jeung deui aya korban anu pupus.

Dibalik teror bom Sarinah, aya momen unik lumangsung pasca ledakan bom. Sanaos cikeneh lumangsung pangeboman, seueur padagang anu kalawan cuek icalan di tempat kajadian. Sapertos tukang sate, tukang asongan sarta padagang kacang rebus. Henteu ngan eta, balarea Indonesia digemparkeun ku sosok ''Polisi Kasep" anu wanci eta aya di lokasi kajadian. Jaba polisi kasep, aya superhero dina pangeboman ieu. Katembong saurang tukang ojek online 'Gojek' keur nyalametkeun saurang wanoja anu sukuna tatu kanggo ngajauh ti tempat lumangsung na bom. Tangtos wae aksina ieu meunang pujian ti balarea Indonesia,

Tah, dibalik teror bom Sarinah tetela henteu midamel balarea Indonesia jadi sieun. Tingal wae kajadian diluhur anu nembongkeun lamun balarea Indonesia pada wanteran. #KamiTidakTakut

Abdi Li Sehun pamit undur diri. (conto mun dititah make panutup)

Mikawanoh Istilah Jurnalistik

1. Buletin
- Media cetak mangrupa selebaran atawa majalah anu eusina warta singget anu sifatna ngawaktu (periode) ti hiji organisasi/lembaga.
- Pamplet atawa pidangan nu sifatna resmi tina hiji kagiatan.

2. informasi : Warta

3. Jurnal
Catetan maneuh, bisa poe'an, mingguan, bulanan, bisa semesteran ngenaan hiji kajadian atawa hasil pananglungtikan

4.Jurnalisme
Pagawean ngumpulkeun, nulis, ngedit jeung nerbitkeun warta dina majalah, koran, televisi, radio, jeung internet.

5. Jurnalisme Alkohol
Jurnalisme anu heunteu dumasar kana bebeneran, tapi ngan meunang pamuji wungkul.

6. Jurnalistik Elektronik
Jurnalistik anu raket patalina jeung pakakas elektronik minangka media saperti ngolah jeung ngajomanarakeun warta ngaliwatan radio jeung televisi kaasup internet.

7. Jurnalistik
Kagiatan anu patali jeung kawartawanan, perkoranan jeung pers.

8. Kalawarta
Koran atawa majalah anu medalna maneuh atawa ngawaktu.

9. Koran
Kawarta anu mangrupa lembaran-lembaran kertas anu eusina warta

10. Kulimangsi
Babasa pikeun wartawan/wartawati (indo : Kuli tinta)

11. Pers
Usaha percetakan jeung penerbitan, usaha ngumpulkeun jeung nyiarkeun warta dina koran, majalah jeung radio.  Lamun nyaritakeun perkara pers dina kahirupan jurnalistik aya 6 perkara, nyaeta :

1). Fungsi utama Pers
nyaeta ngawawarkeun informasi

2). Ciri-ciri pers
nyaeta medalna maneuh tur ngawaktu, sifatna anyar objektifitas atawa faktual.

3). Wanda (Typologi pers)
nyaeta midangkeun warta kalawan etis, moralis, tur intelektual

4). Wilayah sirkulasi pers
nyaeta sirkulasina di kelompok masyarakat nu tangtu anu aya dihiji kota di wilayah provinsi nu tangtu.

5). Pilar utama pers
Pilar utama pers aya 3 nyaeta :
- idealisme
- Komersialisme
- Profesionalisme

6). Basa Pers
Basa pers jurnalistik mangrupa  basa anu has dipake dina media cetak. Saperti : Koran, tabloit, jeung majalah sarta media elektronik saperti : Radio, tv, jeung internet

Rangkuman by @sesehuhun


Selasa, 16 Februari 2016

[Fanfiction] ~ Amnesia Chapter 3


Title : Amnesia ~ Chapter 3
Cast : - Oh Sehun
- Kim Da Eun
- Kim Dae Han
- All member EXO
- Luhan
Author : sesehuhun

Setelah otak mentok akhirnya bisa ngelanjutin juga. ^^ ~

====================================================

Amnesia - Chapter 3

~ Sehun Hilang ~

   @Mercure Hotel

   Ini sudah pagi, tampak semua member masih mencemaskan keberadaan magnae EXO. Diantara semuanya, Suho lah yang paling merasa bersalah karena dia telah membiarkan Sehun keluar seorang diri.

"Harusnya aku tidak mengizinkannya pergi sendiri. Ini salahku, aku memang leader payah!!!" Suho sangat menyayangi Sehun, sehingga ia pun menyalahkan dirinya sendiri atas hilangnya Sehun.

"Tenanglah hyung, ini bukan salahmu. Itu salahnya yang keluar tanpa pamitan pada kita" Lay berusaha menenangkan sang leader.

"Nomornya tidak aktif. Aku yakin handphonenya mati" ucap D.O

D.O sudah berkali-kali menghubungi Sehun, namun tetap saja tidak ada hasil. Tidak hanya Suho yang frustasi berat, D.O pun merasakannya. D.O langsung melemparkan handphonenya ke sofa.

"Jika handphone nya mati, kenapa dia tidak menguburnya saja?"

"Ini bukan saatnya untuk bercanda Park Chanyeol!!" Baekhyun merasa jengkel karena Chanyeol bercanda di saat yang tidak tepat.

"Kalau begini apa yang akan kita katakan pada para fans? Apa kita akan bilang jika Sehun hilang di Beijing?" Tanya Xiumin

"Kita rahasiakan ini, mau tidak mau kita tampil tanpa Sehun." sahut Suho. Dia sudah memikirkan ini matang-matang dan memilih untuk merahasiakan kehilangannya Sehun. Yah setidaknya untuk sementara waktu."

"Hmm baiklah." Semua member setuju untuk merahasiakan ini untuk sementara waktu. Dan untuk urusan hilangnya Sehun, mereka lebih mempercayakannya pada polisi.

                         ****

"Makanmu banyak ya"

Da Eun tidak henti-hentinya menatap takjub Sehun, walaupun lupa ingatan tapi setidaknya dia tidak lupa caranya menghabiskan makanan. Sementara itu Daehan merasa senang jika Sehun menyukai masakannya.

"Bagaimana? apa makanannya enak?" tanya Daehan

"Ini enak sekali"

Sehun merasa kekenyangan, perutnya tidak bisa lagi menampung makanan padahal dia masih ingin mencicipi makanan china buatan Daehan.

"Hey tuan pelupa, apa kau mau mandi? atau mau aku mandikan?" tiba-tiba saja Da Eun menanyakan hal bodoh pada Sehun. Bahkan dia tidak sadar mengapa ia bisa menawarkan akan memandikan pria itu.

"Da Eun~ya !! kenapa pertanyaan mu bodoh sekali. Mana ada seorang gadis yang begitu saja mau memandikan pria yang bukan suaminya."

"Maaf kak. Aku pikir dia tidak mengingat caranya mandi"

"Iya aku mau." Sahut Sehun di sela-sela perselisihan kedua kakak beradik itu. Da Eun dan Daehan langsung menoleh ke arah Sehun, mereka begitu shock.

"Tapi aku mau mandi sendiri" lanjutnya.

"Uh syukurlah" Kali ini Daehan bisa bernapas lega karena Sehun tidak menerima tawaran di mandikan oleh adiknya.

                              ****

     Selesai mandi, Sehun dipinjaman baju milik Daehan karena baju yang dipakainya kemarin kotor. Daehan pun menyuruh adiknya untuk mengajak Sehun berkeliling "siapa tahu Sehun akan mengingat sesuatu." pikirnya

"Ayo tuan pelupa, aku akan mengajakmu berkeliling" ucap Da Eun bersemangat.

"Tu..tunggu!! aku rasa dia harus pakai masker  dan pakaian serba hitam tertutup"

Daehan baru ingat, walaupun Sehun tidak mengingat apapun tapi jika dia pergi keluar akan banyak orang yang mengenalinya. Jadi Daehan berusaha menyembunyikan identitas Sehun.

"Kenapa? apa kakak mau dia disebut teroris oleh orang-orang?"

"Ada apa ini?" tanya Sehun yang heran melihat kakak beradik ini.

"Lihat dia lebih tampan dengan pakaian santai seperti ini. Kau menyukai ini kan tuan pelupa?"

Daeun menunjukkan jika Sehun lebih cocok dengan pakaian seperti ini. Dan Sehun juga menyukai baju lengan panjang merahnya. Akhirnya Daehan memilih untuk mengalah dari pada berdebat dengan adiknya.

                                 ****
      
           Daeun hanya mengajak Sehun berkeliling di sekitaran kedai kakaknya berdiri. Melewati jalanan kota dimana banyak orang yang berlalu lalang di sana. Namun setiap kali Da Eun lewat bersama Sehun banyak orang yang menatapnya, hal ini tentu membuatnya tidak nyaman.

"Kenapa semua orang menatap kita seperti itu?"

"Eu..benarkah?" Sehun mulai sadar setelah Da Eun memberitahunya, memang benar banyak orang memperhatikan mereka.

"Kyaaa!!! itu Sehun EXO!!!" seorang gadis berteriak seraya menunjuk ke arah Sehun.

Tentu saja hal ini membuat pejalan kaki tertuju perhatiannya pada sosok yang bersama Da Eun saat ini. Beberapa dari mereka langsung mengambil foto Sehun sedang bersama seorang gadis 'Da Eun'. Ya....ini lah yang dikhawatirkan oleh Daehan jika Sehun pergi tanpa menutupi identitasnya, dimana pun itu, sosoknya akan selalu dikenali.

"Berhenti memotret !! Aku bilang berhenti !!!" Teriak Da Eun

"Hey nona apa kau pacaran dengan Sehun EXO?" tanya gadis itu sinis.

"Sehun? haha apa kau bercanda? dia bukan Shaun atau apalah. Dia...dia sepupu ku. Lagipula aku tidak mengenal Shaun EXO" Da Eun berbohong, dia tidak tahu harus menganggap 'Tuan Pelupa' sebagai siapanya karena mereka baru saja bertemu kemarin malam.

"Sehun bukan Shaun" gadis itu berusaha meluruskan

"Ah iya Sehun. Sekarang aku mohon kalian pergi, mungkin sepupuku memiliki wajah yang mirip dengan Sehun kalian itu."

Semua orang langsung membubarkan diri setelah mendengar penjelasan Da Eun. Sementara itu Sehun hanya bengong karena tidak mengerti percakapan antara Da Eun dan orang-orang itu yang bicara bahasa mandarin.

                       *****

     Da Eun merasa lega karena akhirnya dia bisa terbebas dari tatapan orang-orang yang melihat mereka. Baru kali ini dia menjadi pusat perhatian, dan ini terjadi karena Sehun bersamanya.

Di depan sebuah gerbang, tiba-tiba Da Eun berhenti. Dia selalu memandangi gerbang ini yang ternyata adalah sebuah universitas. Sehun merasa bingung kenapa gadis itu berhenti di sini.

"Kenapa kita berhenti?"

"Ini adalah universitas terbaik di kota ini dan kebetulan dekat dengan tempat tinggalku. Aku selalu beharap bisa kuliah di sana."

"Lalu kenapa tidak mendaftar?"

"Yaaahh...masalah klasik. Aku tidak punya cukup uang. Padahal aku ingin sekali seperti para mahasiswa itu."

Sehun mengerti, Da Eun ingin sekali kuliah di universitas itu. Ia merasa kasihan pada gadis yang telah menolongnya, jika saja ia punya uang pasti Sehun akan menanggung semua biayanya. Jangankan membiayai pendidikan orang lain, yang harus dia lakukan saat ini adalah mengingat siapa dirinya.

             Mereka kembali ke kedai Daehan, melewati gang sekitar pemukiman yang sepi. Ada perasaan canggung saat melewati jalan ini karena Daeun hanya berdua dengan Sehun dan tidak ada siapa-siapa lagi. Daeun merasa seperti sepasang kekasih yang baru saja pulang kencan, padahal dia saja baru mengenal pria ini. Ditambah Da Eun baru menyadari betapa tampannya Sehun dan mulai terpesona akan ketampanan yang dimiliki Sehun. 'Betapa bodohnya kau Kim Da Eun baru menyadari pesona Oh Sehun'.

"Kim Da Eun"

"Ah...ya?"

Suara itu memecah keheningan di antara mereka. Bukannya mencairkan suasana, Da Eun malah terlihat semakin canggung.

"Terimakasih"

"Terimakasih untuk apa?" tanya Da Eun bingung

"Terimakasih untuk semuanya, kau dan kakakmu begitu baik padaku. Padahal aku ini orang asing"

"Aku akan membantumu sampai kau mengingat semuanya. Tapi boleh aku minta sesuatu?"

"Katakanlah"

"Aku harus memanggilmu apa?"

Sehun tampak berpikir sejenak, dia benar-benar bingung dan tidak tahu harus dipanggil apa. Da Eun memperhatikan Sehun yang sedang berpikir, dia ragu pada Sehun yang ingatannya buruk saat ini.

"Wu Shixun"

"Waw..apa itu namamu? dari mana kau dapat nama itu?"

"Entahlah tiba-tiba saja nama itu terlintas di pikiranku"

Wu ShiXun...Wu Shi Xun, Sehun terus bergumam dan berusaha mengingat sesuatu. Dia seperti pernah mendengar nama itu, tapi dimana? dan sejak kapan ia mendengar nama Wu ShiXun yang terasa tidak asing baginya.

                        *****

      Sementara itu suasana di hotel tempat member EXO menginap masih sama seperti kemarin malam, mereka masih mengkhawatirkan keberadaan Sehun.

drrrttt...drtttt...

D.O merasakan handphone nya bergetar, seseorang menelpon dan langsung di angkat olehnya. Betapa terkejutnya ternyata yang menelpon adalah.......

"Luhan hyung!!" ucap D.O saking terkejutnya semua member langsung menghampiri D.O

"Keraskan speakernya!!" Kai menyuruh hyungnya itu agar semua member dapat mendengar suara Luhan.

Mereka merindukan sosok pria Beijing itu, sosok yang pernah menjadi bagian dari mereka namun saat ini lebih memilih jalannya sendiri. Walaupun bukan bagian dari EXO, tapi Luhan selalu menghubungi saudara-saudaranya 'EXO' jika ia tidak sibuk.

"Aku dengar kalian ada di Beijing?" tanya Luhan dari telepon itu.

"Kami ada di Beijing hyung. Lama tidak mendengar suaramu" sahut D.O

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan"

"Apa itu hyung?"

Semua member memasang tampang serius mendengar percakapan D.O dan Luhan di telepon.

"Dimana Sehunnie? aku berusaha menghubunginya tapi nomornya tidak aktif"

"Sehun..Sehun..." D.O tampak ragu memberitahu jika Sehun...

"Sehun hilang" Tiba-tiba Kai langsung mengambil alih telepon.

"Mwo?? Sehunnie hilang?!"


To be continued........


Rabu, 27 Januari 2016

[FanFiction] Amnesia ~ Chapter 2


Title : Amnesia (Chapter 2)
Cast : ~ Oh Sehun
~ Kim Daeun
~ Kim Daehan
~ All member EXO
Support cast : Luhan
Author : Sesehuhun

================================================


    Sehun mencoba untuk tidak memperdulikan semua omong kosong dari kedua hyungnya yang berisik itu. Dia akan merasa bodoh jika mempercayai ucapan Chanyeol dan Baekhyun. Sehun berani bertaruh dia tidak akan menjadi pelupa hanya karena meledek Lay.

~ Amnesia in Beijing ~

   12.00 Waktu setempat

   EXO akhirnya mendarat di Beijing dan tujuan mereka saat ini adalah hotel. Terlihat dari wajah-wajah lelah mereka yang ingin segera merasakan empuknya kasur sebelum perform di acara musik. Di saat member lain sudah rebahan di kasur, Sehun pergi keluar untuk jalan-jalan.

Berjalan seorang diri di jalanan kota Beijing membuatnya teringat akan sesuatu. Apalagi di perempatan jalan ia melihat sebuah toko memajang standee seorang artis Tiongkok yang sedang hits saat ini. Sehun mengenal gambar artis itu.

"Luhan~hyung" ucapnya pelan dari balik masker hitamnya. Saat ini Sehun benar-benar merindukan orang itu.

Tidak ada orang yang menyadari keberadaan Sehun, dia benar-benar ahli dalam menyamar dan berbaur dengan sekitar. Jika Sehun tidak melakukan ini, dia akan dikejar oleh para fansnya di Beijing. Sama dengan Luhan, Sehun dan EXO begitu populer di negara ini.

                                           ****

      Sehun terlalu asyik dengan kota ini, sampai dia lupa malam pun menjelang. Entahlah apa dia ingat jalan pulang ke hotel, tapi yang jelas Sehun sedang jalan seorang diri saat ini. Saat melewati gang sepi di pemukiman penduduk, kau bisa mendengar suara gonggongan anjing rumahan dan suara kucing yang sedang mengacak-ngacak tong sampah.

"Sepi sekali. Apa aku salah jalan?"

Pria berkulit putih itu mulai merasa takut, pasalnya dia takut salah mengambil jalan. Di sepanjang jalan, Sehun merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Tapi saat menengok ke belakang tidak ada orang di sana.

"Mungkin perasaanku saja"

Dengan cueknya Sehun kembali melanjutkan jalannya. Di dekat lampu penerangan, Sehun kembali berhenti. Sedari tadi perasaannya tidak enak, seperti ada sepasang mata yang sedang mengintainya. Dia mencoba menghubungi member EXO yang lain untuk menjemputnya pulang. Namun tiba-tiba handphonenya mati, dia kehabisan batre saat ini.

"Sial!!! kenapa harus terjadi di saat genting seperti ini!!Oh Sh*t!!" Saking kesalnya Sehun langsung menendang lampu penerangan itu.

Perasaan parnonya membuat Sehun memikirkan hal yang tidak-tidak .Sebenarnya Sehun merasa takut seorang diri di tempat sepi dan jauh dari para hyungnya, namun Sehun berusaha menjaga imagenya untuk tetap terlihat cool dan juga tenang.

"Keluarlah!! tunjukan dirimu!! aku tahu sedari tadi kau membuntuti ku kan?"

Walaupun takut tapi pada akhirnya dia tetap berani menantang orang yang membuntutinya untuk keluar. Matanya melihat keseliling gang, namun tidak ada siapa-siapa. Sehun semakin khawatir, dia benar-benar yakin bahwa ada orang yang mengintainya saat ini.

"Hey tampan" Terdengar suara seseorang di belakang Sehun. Suara seorang yang sangat di ingatnya.

Saat Sehun menengok ke belakang, dia bisa melihat sosok orang itu.

"Kau Cho..Ha..."

"Kejutan !!!" ucap orang itu, smirknya benar-benar mengerikan

BUGGHHHH

Tiba-tiba sebuah benda keras menghantam Sehun berkali-kali, hingga akhirnya semuanya menjadi gelap. Sehun tidak bisa merasakan apa-apa lagi, penglihatannya gelap dan perlahan matanya terpejam.

                      ****

@Mercure Hotel

"Mengapa Sehunnie belum pulang? apa dia tersesat? Ya ampun bagaimana ini."

"Chanyeol~ah bisakah kau tenang sedikit?! jangan buat keadaan semakin panik. Chen dan Xiumin hyung sedang mencarinya bersama para staff." Sahut sang leader pada namja jangkung bak tiang listrik itu

"Kenapa kita tidak ikut mencarinya?" Tanya Baekhyun

"Sebagian dari kita harus tetap di hotel, mungkin saja sebentar lagi dia pulang"

       Di saat yang lain sedang sibuk mencari keberadaan Sehun, ada seseorang yang sedang tidur di atas sofa seraya jari jemarinya memainkan gadjet miliknya. Orang itu adalah Lay, dia benar-benar terlihat santai dan sama sekali tidak khawatir dengan Sehun.

"Apa yang kau lakukan Lay?" tanya Suho

"Aku sedang main game" Sahutnya santai.

"Apa kau tidak khawatir? Sehunnie hilang dan belum pulang sampai sekarang"

"Lalu apa hubungannya denganku? biarkan orang itu pulang sendiri. Dia bukan anak kecil lagi."

"Biasanya kau paling khawatir pada magnae kita"

"Hey itu dulu! Setelah dia menyakitiku berkali-kali, aku menyerah!! Aku tidak mau berurusan lagi dengannya"

Lay pergi meninggalkan Suho bersama Baekhyun dan Chanyeol yang masih tersisa di ruangan itu. Saat ini Lay benar-benar tersakiti oleh magnae EXO yang kurang ajar itu. Sementara itu, Suho, Baekhyun dan Chanyeol menatap tak percaya jika Lay akan berkata seperti tadi.

                              ****

        Pagi pun menjelang, sinar mentari pagi masuk melalui celah jendela sebuah bangungan khas tradisional Tiongkok. Seorang pria berkulit putih susu baru saja terbangun, ia mengerjapkan matanya. Pria itu adalah Oh Sehun, ia mendapati dirinya sedang terbaring di sebuah kasur. Dan yang membuatnya kaget adalah seorang gadis sedang duduk di pinggir ranjang itu sembari menatap Sehun.

"Kau sudah sadar rupanya" ucap gadis itu dalam bahasa mandarin. Sehun terpesona melihat senyum gadis itu yang benar-benar manis.

"Kau siapa?" tanya Sehun

"Kau orang Korea ya? ah tenang saja aku juga bisa bahasa Korea koq'.Namaku Kim Daeun."

"Lalu ini dimana?"

Sehun benar-benar bingung kenapa ia bisa ada di tempat ini. Sekujur tubuhnya terasa sakit, termasuk kepalanya yang benar-benar terasa pusing. 

"Kau ada di kedai bakpao milik kakak ku. Tadi malam aku menemukanmu tidak sadarkan diri di depan kedai ini. Apa semalam kau mabuk?" tanya gadis bernama Kim Daeun itu.

Tiba-tiba seorang pria bercelemek masuk ke kamar, ia menghampiri Sehun dan Daeun.

"Dia tidak mabuk, aku tidak mencium bau alkohol dari mulutnya" ucap pria bercelemek. Daeun mengiyakan ucapan kakaknya, sedangkan Sehun masih terbaring memegangi kepalanya yang terasa pusing.

"Kakak apa sebaiknya kita tanya nama pria itu?" bisik Daeun pada pria bercelemek yang ternyata adalah kakaknya.

"Daeun~ya apa kau tidak memperhatikan orang ini baik-baik? dia pria tampan dari Korea. Aku rasa dia ini Oh Sehun EXO, wajahnya benar-benar mirip"

"Kak Daehan, memang Oh Sehun EXO itu siapa? aku tidak mengenal nama itu. Apa Oh Sehun itu seorang artis terkenal?"

"Sehun EXO itu member boyband terkenal, apa kau tidak pernah nonton tv?"

Dengan polosnya Daeun hanya menggeleng, dia memang tidak pernah nonton tv, padahal dia punya tv di kamarnya. Sebenarnya Daehan punya pirasat kalau pria yang terbaring di kasurnya ini adalah Sehun EXO, namun dia mencoba memastikan kebenarannya.

"Emmmmm...permisi boleh kami tahu siapa namamu?" tanya Daehan

"Nama? nama..na..namaku..." Sehun tiba-tiba terdiam, ia menggantung kalimatnya

"Kenapa diam? kami tidak akan macam-macam koq'. Apa namamu Oh Sehun EXO?"

"Sehun EXO itu siapa? apa itu namaku? tapi aku tidak tahu namaku siapa"

Daehan begitu terkejut, dia benar-benar yakin jika pria yang ada di kasurnya itu adalah Sehun EXO. Tapi kenapa Sehun sendiri tidak tahu namanya? apa Sehun tidak ingat apa-apa?

"Kak Daehan dia saja tidak mengenal Sehun EXO"

"Apa kau tidak mengingat sesuatu? seperti dari mana asalmu, dimana kau tinggal atau mengapa kau bisa pingsan di depan kedai ini?" Daehan mencoba membuat Sehun mengingat sesuatu, namun Sehun hanya menjawab "Aku tidak tahu, aku tidak ingat apapun".

Daehan semakin bingung, yang dikhawatirkan nya sejak tadi menjadi nyata. Dia yakin sekarang bahwa Sehun lupa ingatan. Mungkin ini terasa konyol ada seorang artis terkenal Korea yang lupa ingatan dan sekarang artis itu ada di kedainya.

"Kakak jangan menanyainya dengan pertanyaan sebanyak itu, sebaiknya kita membuatkannya sarapan. Aku yakin pria ini sedang lapar."

Daehan mengerti, benar kata adiknya tidak seharusnya ia membuat pria itu semakin tertekan karena terus dihujani banyak pertanyaan.

"Apa kau lapar?" tanya Daehan, Sehun memegangi perutnya yang tiba-tiba mengeluarkan suara. Dari suara itu Daehan tahu jika Sehun memang lapar. Mungkin setelah sarapan ia bisa menggali informasi lebih jauh tentang orang ini 'Oh Sehun'.

Mereka memutuskan membuat sarapan untuk Sehun. Sementara itu Sehun masih merasakan kepalanya pusing. Sekilas ingatan tentang kejadian tadi malam terlintas di kepalanya, namun itu tidak terlalu jelas dan hanya sedikit yang diputar oleh otaknya. Ia hanya mengingat bahwa seseorang telah menghantamnya dengan benda keras.

Lalu apa Sehun benar-benar tidak mengingat apapun? termasuk para hyungnya di EXO?. Jangankan mengingat para hyungnya, namanya sendiri saja Sehun tidak ingat. Yang bisa dilakukannya saat ini adalah berharap jika Daehan dan Daeun mau membantunya.

To be Continued.....